WordPressPluginsSEOTutorial

Membuat Daftar Isi WordPress untuk Meningkatkan SEO

Daftar isi WordPress atau Table of Contents (TOC) merupakan elemen krusial dalam konten digital yang berfungsi sebagai panduan navigasi bagi pembaca. Hal ini sangat penting karena memfasilitasi pemahaman terhadap struktur materi secara keseluruhan, sehingga memudahkan pembaca untuk mencari informasi tertentu tanpa harus melakukan scroll atau mencari manual. Di dunia WordPress, meskipun ada berbagai ekstensi yang tersedia untuk memudahkan pembuatan daftar isi, beberapa kali kita perlu mengatur prosesnya sendiri demi mencapai optimasi SEO yang lebih baik. Optimalisasi SEO tidak hanya tentang konten yang relevan dan berkualitas, tetapi juga tentang struktur situs yang efektif dan mudah diakses oleh mesin pencari. Oleh karena itu, pengetahuan tentang cara membuat daftar isi yang optimal di WordPress menjadi sangat berguna bagi para pengembang dan pemilik situs.

Artikel ini akan membawa Anda melalui dua metode yang berbeda untuk menciptakan daftar isi di WordPress. Pertama, kita akan membahas tentang penggunaan plugin yang tersedia di repositori WordPress, yang biasanya memudahkan proses pembuatan daftar isi tanpa perlu coding. Plugin-plugin ini seringkali dilengkapi dengan fitur tambahan seperti penyesuaian tampilan dan integrasi dengan SEO. Kedua, kita akan mengeksplorasi cara membuat daftar isi menggunakan fungsi PHP, yang memberikan kita kontrol penuh atas struktur dan fungsionalitas daftar isi. Metode ini memerlukan pengetahuan dasar tentang PHP dan struktur tema WordPress, namun hasilnya bisa sangat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik situs Anda. Dengan demikian, Anda dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda dalam mengoptimalkan daftar isi di WordPress.

Menggunakan Plugin untuk Membuat Daftar Isi

Salah satu cara paling sederhana untuk menambahkan daftar isi di WordPress adalah dengan menggunakan plugin yang sudah ada. Ada banyak plugin yang dirancang khusus untuk membuat daftar isi yang otomatis berdasarkan heading dalam konten. Beberapa plugin populer meliputi:

  • Table of Contents Plus: Plugin yang kuat namun ramah pengguna yang secara otomatis membuat indeks konteks spesifik atau daftar isi (TOC) untuk halaman panjang (dan jenis posting khusus). Lebih dari sekedar plugin daftar isi, plugin ini juga dapat menampilkan halaman daftar peta situs dan/atau kategori di seluruh situs Anda.
  • Easy Table of Contents: Plugin Daftar Isi Mudah yang ramah pengguna dan terfokus yang memungkinkan Anda memasukkan daftar isi ke dalam posting, halaman, dan jenis posting khusus Anda.

Untuk menginstal dan menggunakan plugin, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Pergi ke dashboard WordPress Anda dan klik pada “Plugins” > “Add New”.
2. Cari nama plugin yang Anda inginkan dan klik “Install Now”.
3. Setelah instalasi selesai, aktifkan plugin dan konfigurasikan sesuai kebutuhan Anda.

Membuat Daftar Isi dengan Fungsi PHP

Jika Anda lebih suka mengontrol proses pembuatan daftar isi atau ingin menghindari overhead yang mungkin dihasilkan oleh plugin, Anda dapat membuat daftar isi dengan fungsi PHP. Anda dapat menggunakan kode berikut sebagai referensi untuk membuat fungsi yang akan menghasilkan daftar isi berdasarkan heading dalam konten:

function table_of_contents($content) { // Cek apakah konten memiliki tag h2 atau h3 if (strpos($content, '<h2') !==false || strpos($content, '<h3' ) !==false) { $dom=new DOMDocument; @$dom->loadHTML(mb_convert_encoding($content, 'HTML-ENTITIES', 'UTF-8')); $headers = $dom->getElementsByTagName('h2'); $headers2 = $dom->getElementsByTagName('h3'); // Gabungkan nodeLists untuk h2 dan h3 $allHeaders = array_merge(iterator_to_array($headers), iterator_to_array($headers2)); // Jika ada header, buat table of contents if (!empty($allHeaders)) { $toc = '<style> .table-of-contents { border: 1px solid #ccc; padding: 1em; margin-bottom: 2em; background-color: #f9f9f9; } .table-of-contents h2 { font-size: 1.5em; text-align: center; margin-top: 0; } .table-of-contents h3 { margin-left: 20px; } .table-of-contents ul { padding: 0; margin-left: 0; } .table-of-contents li { list-style: none !important; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em; padding-left: 10px; } .table-of-contents a { color: #007bff; text-decoration: none; cursor: pointer; } .table-of-contents a:hover { color: #0056b3; } .table-of-contents i { margin-right: 5px; } </style>'; $toc .= '<script> document.addEventListener("DOMContentLoaded", function() { var links = document.querySelectorAll(".table-of-contents a"); links.forEach(function(link) { link.addEventListener("click", function(event) { event.preventDefault(); var targetId = this.getAttribute("href").substring(1); var targetElement = document.getElementById(targetId); if (targetElement) { targetElement.scrollIntoView({ behavior: "smooth" }); } }); }); }); </script>'; $toc .= '<div class="table-of-contents"> <h2>Daftar Isi</h2> <ul>'; foreach ($allHeaders as $header) { $text = trim($header->nodeValue); $icon = $header->nodeName === 'h2' ? '<i class="fas fa-star"></i>' : '<i class="fas fa-snowflake" style="margin-left: 30px!important;"></i>'; $toc .= '<li><a href="#'.sanitize_title($text).'">'.$icon.' '.$text.'</a></li>'; } $toc .= '</ul> </div>'; // Temukan posisi paragraf pertama dan letakkan TOC setelahnya $first_paragraph_position = stripos($content, '</p>'); if ($first_paragraph_position !== false) { $content = substr_replace($content, $toc, $first_paragraph_position + 4, 0); } else { $content = $toc . $content; } // Tambahkan anchor pada setiap heading h2 dan h3, termasuk yang memiliki <strong> foreach ($allHeaders as $header) { $text = trim($header->nodeValue); $anchorId = sanitize_title($text); $headerHtml = $dom->saveHTML($header); $content = str_replace($headerHtml, "<$header->nodeName id=\"$anchorId\">$headerHtml</$header->nodeName>", $content); } } } return $content; } add_filter('the_content', 'table_of_contents');

 

Kesimpulan

Memilih antara menggunakan plugin atau membuat daftar isi dengan fungsi PHP adalah keputusan yang signifikan yang harus diambil berdasarkan kebutuhan dan preferensi Anda. Plugin WordPress, dengan kemudahannya, dapat mempercepat proses pembuatan daftar isi tanpa perlu menulis baris kode. Namun, jika Anda mencari solusi yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik situs Anda, membuat daftar isi dengan fungsi PHP menjadi pilihan yang tepat. Fungsi PHP memberikan Anda kontrol penuh atas struktur dan fungsionalitas daftar isi, memungkinkan Anda untuk menyesuaikan tampilan dan perilaku sesuai dengan prinsip-prinsip SEO terbaik.

Mengoptimalkan daftar isi di WordPress bukan hanya tentang memilih metode yang tepat, tetapi juga tentang memahami bagaimana struktur konten dapat mempengaruhi pengalaman pengguna dan interaksi mereka dengan situs Anda. Dengan mengoptimalkan navigasi dan struktur konten, Anda tidak hanya meningkatkan kualitas situs web Anda secara internal, tetapi juga menarik lebih banyak trafik organik dari mesin pencari. Ini karena mesin pencari seperti Google mencari situs yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh pengguna, dan daftar isi yang baik adalah salah satu indikator kualitas situs tersebut.

Eliyanto Sarage

Dibalik setiap proyek terdapat cerita unik, dari konsep awal hingga hasil akhir yang menakjubkan, mencerminkan perjalanan kreatif yang penuh tantangan.

Artikel Terkait

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button